VIMAX
Cerita Sex
bandar judi online terpercaya
Bali Togel
Poker
online
Agen Domino Online
Bandar Togel
agen poker terpercaya
agen bandarq online
agen judi bola
Home / Cerita Sex Selingkuh / Cerita Sex Tetanggaku Pelampiasan seks

Cerita Sex Tetanggaku Pelampiasan seks

VIMAX

Cerita Sex Tetangga Kehidupan tempat tinggal   yanggaku bisa dikatakan harmonis meski aku  dan  istriku belum dikaruniai seseorang anak. Ekonomi kami pula gak kurang, sebab istriku jua bekerja menjadi manajer sebuah perusahaan, sehingga menjadikannya kadang sibuk menggunakan urusan kantornya. Serta bahkan skarang jika sedang sibuk-sibuknya, aku  sporadis mendapat jatah Sex dari istriku sehingga kadang aku  berpikir buat jajan ditempat lokalisasi hanya buat meluapkan ereksi Sex ku yang terpendam, namun itu hanya lewat saja dipikiranku sebab aku  tidak hingga melakukannya. Namun semakin bertambah hari kesibukan istriku semakin menjadi dan  membuatku semakin tidak kuasa dan  aku  berniat buat mencari pelarian buat melampiaskan nafsu Sex ku saja.

Cerita Sex Tenggaku Pelampiasan seksku

Cerita Sex Tetangga

Cerita Sex Tetangga

sesudah saya berpikir-pikir, aku  memiliki satu tetangga yang sangat menyita perhatianku. Namanya Tiara, dia ialah istri seseorang pelayar, jadi setiap harinya dia selalu sendirian sebab ditinggal suaminya berlayar hingga beberapa bulan. Tubuh Tiara ini sangat montok sekali meskipun Tiara beberapa bulan yang lalu habis melahirkan anak pertamanya. Sempat aku  melihat Tiara berpakaian sangat ketat sekali sedang menggendong anaknya, meski telah punya anak, pantat Tiara masih terlihat sangat padat sekali mirip belum melahirkan. Butir dadanya pula masih kencang meski tertutup oleh BH yang beliau kenakan. Teringat degan tetanggaku yang sangatbahenol itu, saya pun melaksanakn niatku untuk membuahkan Tiara sebagai pelarian nafsu Sex ku, sebab saya berpikir karena Tiara juga sempurna kesepian serta pula membutuhkan belaian dari seseorang pria, jadi kemungkinan kujadikan Tiara pelarianku absolut akan berhasil.

Istriku yang telah disibukkan menggunakan urusan kerjanya semakin tak mengurus saya dengan sahih, setiap pagi-pagi beliau selalu sudah berangkat kerja, serta pulang selalu mlaam dan  eksklusif tidur, sebagai akibatnya kini   aku  seperti pria bebas yang belum beristri walaupun statusku masih beristri. Setiap pagi aku  selalu menanti Tiara lewat depan rumahku, karena setiap pagi Tiara selalu jalan-jalan dengan anaknya. Dan  benar, setelah beberapa waktu aku  menantikan, Tiara lewat dengan menggendong anaknya sendirian. Pagi itu Tiara masih mengenakan baju tidur, sehingga tidak terlihat tubuhnya yang bahenol itu, tetapi aku  melihat suatu garis terlihat dipantat Tiara, mirip garis celana pada Tiara. Selesainya aku  amati dengan cermat ternyata baju tidur yg Tiara kenakan itu cukup menerawang yang membuat garis serta bahkan warna celana dalamnya kelihatan, pagi-pagi Penisku sudah didesain tegang sang pantat Tiara. Gak keliru Bila saya memilih Tiara sebagai pelarianku, meski dikomplek banyak juga yg seksi-seksi, namun lebih safety menggunakan Tiara sebab hanya Tiara yang ditinggal suaminya.

dengan memberanikan diri lalu aku  menyapa Tiara “Pagiii mbak Tiara, Sendiran Ya”. “Iyha nih pak, biasa pak suami sedang berlayar” jawab Tiara. “Ooowwh..Emang kapan pulangnya mbak??” tanyaku. “Aaaahhh maih usang pak, orang berangkatnya aja baru minggu kemaren kok pak, mungkin kurang lebih tiga bulan lagi pak” jawab Tiara yang membuatku lega, sebab selama 3 bulan aku  safety mendekati Tiara. “Ooowwhh begitu ya mbak, apa mbak Tiara gak kesepian ditinggal lama   begitu???” tanyaku. “Yaaah aslinya kesepian pak, akan tetapi mau gimana lagi pak, itu udah resikonya menjadi istri pelaut pak” jawab Tiara. “Aaaahhh saya jua kesepian mbak walau istri aku  dirumah, akan tetapi dia selalu sibuk menggunakan urusan kantornya mbak” ucapku sembari memancing jawaban asal Tiara. “Aaaahh…Masak siiih pak??”. Akirnya kami terus ngobrol berkelanjutan hingga tidak terasa siang sudah datang, serta kami pun kini   menjadi semakin dekat.

cantik, seksi serta bergairah merupakan tiga hal yg membentuk aku  selalu menyempatkan buat curi-curi pandang di Tiara dan  tidak lupa melihat jemuran pakaiannya buat melihat koleksi pakaian dalamnya yg jalang itu. Suatu hari, sepulang asal tempat kerja, saya mampir ke supermarket dekat kompleks sekedar membeli makanan instan karena isteriku akan pergi selama dua hari ke Bandung. Tidak disangka di supermarket itu saya bertemu Tiara menggunakan menggendong bayinya. Entah kenapa jantungku jadi berdegup keras, apalagi ketika kulihat pakaian Tiara yang body-fit, baik kaos maupun roknya. Semua lekuk kemontokan tubuhnya seakan memanggil birahiku buat naik. “Hai…Mbak, belanja pula” sapaku. “Eh. . Mas Dani, biasa belanja susu” jawabnya menggunakan senyum menghiasi paras sensualnya. “Memang sudah enggak ASI ya” tanyaku. “Wah. . Susunya cuma keluar empat bulan saja, sekarang sudah tak lagi” jawabnya. “Hmm…Mungkin habis sama Bapaknya kali ya. . Ha-ha-ha. .” candaku. Tiara jg tertawa kecil sembari menjawab “tapi enggak jg, sudah dua bulan bapaknya enggak kembali”. “Berat enggak sih Mbak, punya suami pelaut, sebab saya yg ditinggal isteri cuma 2 hari saja cita rasanya sudah jenuh” tanyaku. “Wah…Mas baru 2 hari ditinggal sudah begitu, apalagi saya. Bayangkan aku  cuma ketemu suami 2 minggu pada saat tiga bulan” jawabnya.

aku  merasa gembira menggunakan topik pembicaraan ini, tetapi sayang pembicaraan terhenti sebab bayi Tiara menangis. Dia lalu sibuk menenangkan bayinya. “Apalagi setelah punya bayi, tambah repot Mas” katanya. “jikalau begitu izin aku  bantu bawa belanjaannya” saya mengambil keranjang belanja Tiara. “Terima kasih, telah terselesaikan kok, saya mau bayar terus pulang” jawabnya. “Ohh….Yuk kita sama-sama” kataku. Saya segera mengambil inisiatif berjalan lebih dulu ke kasir dan  dengan sangat antusias membayar semua belanjaan Tiara. “Ha…telah bayar Berapa Nanti aku  ganti” kata Tiara kaget. “Ah..Sedikit kok, enggak apa sekali-kali aku  bayarin susu bayinya, siapa memahami dpt susu ibunya, ha-ha-ha” saya mulai bercanda yg sedikit menjurus. “Iiiihh. . Mas Dani” jerit Tiara malu-membuat malu. Tetapi aku  melihat tatapan mata liarnya yg seakan menyambut canda nakalku. Kami berjalan menuju mobilku, sesudah memberikan belanjaan ke pada bagasi aku  mengajaknya makan dulu. Menggunakan membuat malu-malu Tiara mengiyakan ajakanku.

Kami lalu makan pada sebuah restauran kuliner bahari pada dekat kompleks. Saya sangat gembira karena semakin lama   kami semakin akrab dan  Tiara jg mulai berbaik hati menyampaikan kesempatan padaku buat ngelaba . Mulai asal posisi duduknya yang sedikit mengangkang sehingga saya menggunakan mudah melihat kemulusan paha montoknya serta tatkala usahaku buat melihat lebih jauh ke dalam beliau seakan memberiku kesempatan. Waktu saya menunduk buat mengambil garpu yg dengan sengaja aku  jatuhkan, Tiara semakin membuka lebar kedua pahanya. Jantungku berdegup sangat kencang melihat pemandangan indah  di pada rok Tiara. Pada antara 2 paha montok yg putih serta mulus itu aku  melihat celana pada Tiara yg berwarna orange dan .. Brengsek, transparan! Menggunakan cahaya pada bawah meja tentu saja aku  tidak dpt menggunakan kentara melihat isi celana dalam orange itu, akan tetapi itu relatif membuatku gemetar dibakar birahi. Saking gemetarnya aku  sampai terbentur meja ketika hendak bangkit. Hi-hi-hi. . Hati-hati Mas. . , kata Tiara dengan nada menggoda. Cerita Sex DaunMuda

aku  memandang wajah Tiara yg tersenyum nakal padaku, kuberanikan diri memegang tangannya serta ternyata Tiara menyambutnya. Hmm. . Maaf, aku  cuma mau bilang jika Mbak Tiara. . Seksi sekali , menggunakan malu-memalukan akhirnya perkataan itu keluar jg asal mulutku. Terima kasih, Mas Dani jg. . Hmm. . Gagah, lucu serta terutama, Mas Dani laki-laki  yg paling baik yang pernah saya kenal . O ya , saya tersanjung jg menggunakan rayuannya, Gara-gara saya traktir Mbak Bukan cuma itu, saya acapkali memperhatikan Mas pada tempat tinggal  , dan  asal cerita Mbak Lia, Mas Dani sangat perhatian serta rajin membantu pekerjaan di rumah, wah. . Jarang lho Mas, ada laki-laki  menggunakan status sosial seperti Mas yang sudah mapan serta berpendidikan namun masih mau mengepel rumah . Hahaha.. Aku  tertawa gembira, Rupanya bukan cuma saya yang memperhatikan engkau , akan tetapi jg kebalikannya . Jadi Mas Dani jg seringkali memperhatikan saya benar , saya paling senang melihat kamu membersihkan page tempat tinggal   pada pagi hari serta ketika menjemur pakaian . Eh.. Kenapa kok suka . Sebab saya mengagumi estetika Mbak Tiara, jg kesukaan sandang pada Mbak , aku  berterus jelas. Cerita Sex ABG

Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan tak terdapat jeda lagi pada antara kami. Akhirnya kami pulang lebih kurang jam 8 malam. Dalam perjalanan pulang, bayi Mbak Tiara tertidur sehingga ketika sampai di rumah saya membantunya membawa barang belanjaan ke pada rumahnya. Mbak Tiara masuk ke kamar buat membaringkan bayinya, ad interim saya menaruh barang belanjaan di dapur. Selesainya itu saya duduk pada ruang tamu menunggu Tiara timbul. Lebih kurang 5 mnt, Tiara muncul asal pada kamar, beliau ternyata sudah berganti sandang. Sekarang perempuan   itu mengenakan gaun tidur yg sangat seksi, warnanya putih transparan. Seluruh lekuk tubuhnya yang montok hingga sandang dalamnya terlihat kentara olehku. Sinar lampu ruangan cukup menerangi pandanganku buat menjelajahi estetika tubuh Tiara pada balik  gaun malamnya yang transparan itu. Butir dadanya terlihat bagaikan butir melon yang memenuhi bra seksi yg berwarna orange transparan. Pada balik  bra itu kulihat kurang jelas puting susunya yg jg akbar dan  coklat kemerahan. Perutnya memang agak sedikit berlemak serta turun, tetapi sama sekali tak mengurangi nilai keindahan tubuhnya. Apalagi Bila memandang bagian bawahnya yang montok.

Tidak seperti di bawah meja sewaktu di restoran tadi, kini   saya dpt melihat menggunakan jelas celana pada orange transparan milik Tiara. Sungguh latif dan  merangsang, terutama warna hitam di bagian tengahnya, membayangkannya saja saya telah berkali-kali meneguk ludah. Hmm. . Tidak keberatan kan kalu aku  memakai baju tidur , tanya Tiara memancing. Telah sangat jelas jikalau perempuan   ini ingin mengajakku selingkuh serta melewati malam bersamanya. Kini   keputusan seluruhnya berada di tanganku, apakah saya akan berani mengkhianati Lia serta menikmati malam bersama tetanggaku yg bahenol ini. Tiara duduk di sampingku, tercium semerbak aroma parfum berasal tubuhnya membentuk hatiku semakin bergetar. Keadaan kini   ternyata jauh di luar dugaanku. Kemarin-kemarin saya masih merasa bermimpi Jika bisa membelai serta meremas-remas tubuh Tiara, tetapi sekarang wanita itu justru yang menantangku. Mas Dani mau mandi dulu Nanti aku  siapkan air hangat , tanya Tiara sembari menggenggam tanganku erat. Dari sorotan matanya sangat terlihat bahwa wanita ini benar-benar membutuhkan seseorang laki-laki  buat memuaskan kebutuhan biologisnya.

Hmm. . Sebelum terlalu jauh, kita harus membuat komitmen dulu Mbak , kataku agak serius. Apa itu Mas Pertama, terus terperinci saya mengagumi Mbak Tiara, baik fisik juga pribadi, jadi menjadi pria aku  sangat tertarik pada Mbak , kataku. Terima kasih, saya jg begitu di Mas Dani , Tiara merebahkan kepalanya pada pundakku. Ke 2, kita sama-sama telah menikah, jadi kita harus punya tanggung jawab buat mempertahankan keutuhan rumah tangga kita, apa yang mungkin kita lakukan bersama-sama janganlah sebagai pemecah tempat tinggal   tangga kita . Putusan bulat, aku  sangat sepakat Mas, saya hanya ingin punya sahabat ketika aku  kesepian, jikalau Mas Dani mau kapanpun Mas mampu tiba ke sini, selagi tidak terdapat suami saya. Akan tetapi saya sekalipun tak akan meminta apapun berasal Mas Dani, dan  sebaliknya aku  jg ingin Mas Dani demikian pula, sehingga korelasi kita akan safety dan  saling menguntungkan . Hmm. . Bila begitu tidak terdapat problem, saya mau telpon ke rumah, supaya pembantu saya tidak kebingungan . Jikalau begitu, Mas Dani balik  saja dulu, taruh mobil pada garasi, kan lucu kalau Mas Dani bilang ada acara sebagai akibatnya tidak mampu pulang, ad interim mobilnya ada pada depan tempat tinggal   saya . Oh. . Iya, hampir aku  lupa .

Aku  segera keluar dan  pulang dulu ke rumah, menaruh mobil pada garasi serta mandi. Sesudah itu saya mau bilang pada pembantuku jika aku  akan menginap pada tempat tinggal   temanku. Namun tidak jadi sebab pembantuku ternyata sudah tidur. Saya segera tiba pulang ke rumah Tiara. Wanita itu sudah menungguku pada ruang tamu dengan secangkir teh hangat pada atas meja. Pahanya yg montok terpampang indah  pada atas sofa. Wah. . Ternyata mandi pada rumah ya Padahal aku  telah siapkan air hangat . Terima kasih, Mbak Tiara baik sekali . Wanita itu berjalan menutup pintu rumah, asal belakang aku  memandang kemontokan pantatnya yang besar  serta padat. Kebesaran pantat itu tidak mampu dibendung sang celana dalam orange itu, sebagai akibatnya memberikan belahannya yg merangsang. Seperti tidak sadar saya menghampiri Tiara, kemudian dengan nakal ke 2 tanganku mencengkeram pantatnya, dan  meremasnya. Uhh… Tiara agak kaget serta menggelinjang. Maaf , kataku. Tak apa-apa Mas, justru.. Lezat , kata Tiara seraya tersenyum nakal memandangku. Senyum itu membentuk bibir sensualnya seakan mengundangku buat melumatnya. Crup. . ! , saya segera menciumnya, Tiara membalasnya dengan liar.

Aku  tidak memahami telah berapa usang bibir itu tidak merasakan ciuman laki-laki , yg kentara ciuman Tiara sangat panas serta liar. Berkali-kali perempuan   itu nyaris menggigit bibirku, lidahnya yg basah meliuk-liuk pada rongga mulutku. Aku  semakin bernafsu, tanganku menjalar pada sekujur tubuhnya, berhenti pada kemontokan pantatnya dan  kemudian meremas-remas penuh birahi. Ohh. . Ergh. . , lenguh Tiara pada sela-sela ciuman panasnya. Dengan beberapa gerakan, Tiara meloloskan gaun tidurnya sampai terjatuh pada lantai. Sekarang wanita itu hanya mengenakan Bra serta celana pada yg berwarna orange dan  transparan itu. Saya terpaku sejenak mengagumi keindahan pemandangan tubuh Tiara. Wowww. . Engkau . . Benar-benar seksi Mbak , pujiku , buah dada Mbak akbar sekali Hi-hi-hi. Nah coba tebak berukuran saya , tanyanya seraya memegang ke 2 butir melon di dadanya itu. 36B , jawabku. Galat 36C. Masih keliru, telah lihat aja nih , Tiara membuka pengait Bra-nya, sehingga kedua buah montok itu serasa hampir mau jatuh. Beliau membuka dan  melempar bra orange itu kepadaku. Gila. . 36D! , kataku membaca berukuran yang tertera di bra itu. Boleh saya pegang Mbak , tanyaku basa-basi. Jangan cuma dipegang dong Mas, remas. . Dan  kulum nih. . Putingnya , istilah Tiara menggunakan gaya nakal bagaikan pereks jalanan.

wanita itu menjatuhkan tubuh indahnya pada atas sofa, saya memburunya dan  segera menikmati kemontokan buah melonnya. Kuremas-remas dua butir dada montok itu, kemudian kuciumi dan  terakhir kukulum puting susunya yang sebanyak ibu jari menggunakan sekali-kali memainkannya pada antara gigi-gigiku. Tiara menggelinjang-gelinjang keenakan, napasnya semakin terdengar galau, berkali-kali dia mengeluarkan istilah-istilah jorok yg justru membuatku semakin bernafsu. Ngentot, enak banget Mas. . Jeritnya, mari Mas. . Aku  sudah kepingin penetrasi nih! . Aku  yg jg telah sangat bernafsu segera menjawab hasrat Tiara. Menggunakan donasi Tiara saya menelanjangi diriku sebagai akibatnya tidak tersisa satupun busana  pada tubuhku. Tiara sangat gembira melihat berukuran penisku yang tidak mengecewakan panjang serta besar  itu.

Ohh. . Besar  jg ya. . Jeritnya. Dia sahih-sahih bertingkah bagaikan perek murahan, namun justru itu yang kusuka. Perempuan   itu segera membuka celana dalam sebagai kain terakhir di tubuhnya. Kulihat daerah bukit kemaluannya yg ditumbuhi rambut-rambut liar, dengan segaris bibir membelah ditengah-tengahnya. Bibir yang merah dan  basah, sangat basah. Ingin cita rasanya aku  menikmati estetika bibir kenikmatan Tiara, namun waktu saya ingin melaksanakannya dia menampikku. Sudah, nanti saja, masih terdapat babak selanjutnya, kini   ayo kita selesaikan babak pertama . Tiara duduk mengangkang pada atas sofa. Kedua kakinya dibuka lebar-lebar mempersilakan kepadaku untuk melakukan penetrasi kenikmatan sesungguhnya. Aku  pun segera menyiapkan senjataku, mengarahkan ujung penisku tepat di depan liang vagina Tiara dan  perlahan tapi absolut menekannya masuk.

Sedikit-demi sedikit penisku tenggelam dalam kehangatan liang Tiara yang basah serta nikmat. Ketika hampir seluruh btg penisku yang berukuran dua0 centimeter itu memasuki vagina, aku  mencabutnya kembali. Kemudian balik  memasukkannya perlahan. Enghh. . Gila kamu Mas, jikalau begini sebentar saja aku  puas , jerit Tiara keenakan. Tidak apa Mbak, silahkan orgasme, kan masih terdapat babak selanjutnya , tantangku. Kini   kutambah rangsangan dengan meremas serta memilin puting susunya yg besar . Ohh. . Ohh. . Sahih-sahih enak Mas , Tiara memejamkan matanya. Pada penetrasi kelima, Tiara menjerit, telah Mas, jangan tarik lagi, aku  mau. . Mau. . Oh. . !

Dinding vagina Tiara melejat-lejat seakan memijit btg penisku pada kenikmatan ereksi yang sedang direguknya. Oh. . Aku  sudah sekali Mas , ucapnya sembari menarik nafas. Mas mau puas dulu atau mau lanjut babak kedua , tanya Tiara. Terserah Mbak , kataku. Saya sih pasrah saja. Sini, aku  emut saja dulu . Hmm. . Boleh jg, Lia belum pernah oral menggunakan aku  , aku  mencabut penisku asal dalam vagina Tiara yg basah dan  menyodorkannya ke Tiara. Wanita itu menjilati ujung penisku dengan lidahnya seakan membersihkannya asal cairan vaginanya sendiri, lalu menggunakan sangat bernafsu beliau memasukkan penisku ke dalam mulutnya. Bibir seksi Tiara terlihat menyedot-nyedot penisku seakan menyedot spermaku buat keluar. Dia kemudian mengocok penisku pada mulutnya hingga birahiku mencapai puncaknya. Oh. . Saya mau keluar nih, gimana , saya resah apakah aku  wajib  mengeluarkan spermaku ke dalam mulutnya atau mencabutnya. Tetapi Tiara hanya mengangguk dan  terus mengocoknya tanda ia tidak keberatan Bila aku  memuntahkan spermaku ke dalam mulutnya. Akhirnya saya mencapai orgasme serta memuntahkan semua spermaku ke pada lisan Tiara. Perempuan   itu tanpa segan-segan menelan semua spermaku. Benar-benar lihai perempuan   ini memuaskan birahi laki-laki !Kami duduk sementara waktu serta minum air dingin, kemudian Tiara mengangkangkan kakinya kembali.

Nah. . Sekarang babak kedua Mas, jika mau jilat dulu silahkan, akan tetapi utamakan yg ini ya , Tiara mengarah ke arah klitorisnya yg agak besar . Oke Mbak, saya jg sudah biasa kok , seruku. Sejurus lalu aku  telah berada pada hadapan bibir kemaluan Tiara yang baru saja saya rasakan. Sebelum kujilat terlebih dahulu kubelai bibir itu berasal ujung bawah sampai klitoris. Kusingkap rambut-rambut kemaluannya yang menjalari bibir itu. Telah gondrong nih Mbak , seruku. Oh iya, habis mau dicukur percuma jg, enggak terdapat yang lihat serta jilat , jawabnya nakal, Besok pagi saya cukur deh, akan tetapi janji malamnya Mas Dani datang lagi ya. . . Oke. . Pokoknya setiap terdapat kesempatan saya siap menemani Mbak Tiara . Aku  kemudian asyik menjilati serta menciumi labium mayora dan  minora Tiara. Cairan vagina Tiara telah mulai mengalir kembali tanda ia sudah terangsang kembali. Desahan Tiara jg memperkuat tanda bahwa Tiara menikmati permainan oralku. Menggunakan nakal aku  memasukkan jari telunjuk serta tengahku ke pada vaginanya serta kemudian mengobok-obok liang becek itu. Yes. . Asyik banget. . Say sudah siap babak kedua Mas , seru Tiara. Aku  sendiri telah terangsang sejak melihat keindahan selangkangan Tiara, jadi penisku telah siap menunaikan tugas keduanya. Tiara menungging pada atas sofa. Sekarang doggy-style ya Mas. . Saya sih iya saja, maklum. . Sama enaknya. .
Sejurus kemudian kami telah terlibat permainan babak ke 2 yang tak kalah seru dan  panas menggunakan babak pertama, hanya kali ini aku  memuntahkan sperma pada pada vaginanya. Malam masih begitu panjang. Kami masih menikmati dua permainan lagi sebelum kelelahan dan  mengantuk. Tiara begitu senang , dan  aku  sendiri merasa puas serta lega. Mimpiku untuk menikmati tubuh montok tetanggaku terealisasi sudah. Bahkan sekarang setiap saat Bila Lia dinas ke luar kota maka Tiara secara resmi menggantikan posisi Lia menjadi isteriku. Asyik jg. Tetapi sebagai imbalannya saya mencarikan serta menggaji pembantu rumah tangga pada rumah Tiara. Betapa bahagianya Tiara menggunakan bantuanku itu, beliau semakin sayang padaku dan  berjanji akan melayaniku jauh lebih memuaskan dibanding pelayanan kepada suaminya. Asal peristiwa tadi aku  semakin menyadari kebenaran pepatah: Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau , atau mampu diganti dengan: Vagina isteri tetangga selalu terasa lebih nikmat.

Cerita Sex Tetangga,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Haus Seks,Cerita Bokep,Foto Sex

About admin blogseks.com

Leave a Reply