VIMAX
obat pembesar penis
Cerita Sex
obat bius
Bandar Poker
baccarat online
baccarat online
bandarq
bandarq
bandarq
online
Agen Domino Online
Home / Cerita Sex Selingkuh / Ketika Ibu Sonia Selalu Menggodaku,Akhirnya Jadi Pacar Gelapku

Ketika Ibu Sonia Selalu Menggodaku,Akhirnya Jadi Pacar Gelapku

VIMAX VIMAX
Cerita Seks Panas Ini si Beri Judul ” Ketika Ibu Sonia Selalu Menggodaku,Akhirnya Jadi Pacar Gelapku ” Kisah Seks Ibu Ibu Selalu Menjadi Idaman
Cerita Dewasa ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VII di salah satu PTS di kota B. Ceritanya saat itu aku lagi putus dengan pacarku.
Pembaca yang budiman, kebetulan di rumah kost itu hanya aku yang laki-laki.

Cerita Sex Punya Pacar Gelap Ibu-Ibu

Cerita Sex Ngentot
Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Sonia namanya. umur 40 tahun tapi belum juga menikah.
Ibu Sonia bertanya, “Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu.. Memang dalam kesehari-harianku, ibu Sonia tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal.

Aku mulai cerita, “Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku”, kataku.
“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri”, kata Ibu Sonia.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Sonia sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Sonia. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah. saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih.

Aku pergi ke arah dapur. “Eh Ibu Sonia, nggak ngajar Bu?” tanyaku.
“Kamu kok nggak kuliah?” tanya dia.
“Habis sakit Bu”, kataku.
“Sakit apa sakit?” goda Ibu Sonia.
“Ah.. Ibu Sonia bisa aja”, kataku.
“Sudah makan belum?” tanyanya.
“Belum Bu”, kataku.
“Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya”, katanya.

Dengan cekatan Ibu Sonia memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau seks. Kukira Ibu Sonia nggak suka yang namanya cerita seks, eh tau-taunya dia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?” tanyaku.
“Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya.
“Oh kalau gitu Ibu Sonia masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis”, kataku.
“So pasti dong”, katanya.
“Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin”, dengan enaknya aku nyeletuk. “Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.

Ibu Sonia agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Sonia kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

“Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Sonia”, kataku.
“Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.

Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Sonia terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan,

“Aku sayang kamu, Ibu Sonia”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. Cup.. dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut.

Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya.

Kukecup, “Aacchhh.. cuppp.. cuppp.. cuppp..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Sonia aja ya!
Kubisikkan Ibu Sonia, “Sonia kita ke kamarku aja yuk!”.

Kaget tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya.

Owhh.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.

“Aaccchhh.. sshhh.. terus Ian”, Ibu Sonia tidak sabar lagi, BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, “Aacchhh.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri karena saat itu dia menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut,

“Aacch.. aku juga sudah mulai terangsang. Kusibakkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, wowww.. cantiknya gundukan yang mengembang.

Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, “Aachhh.. uhhh.. sshh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi”, sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Sonia juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku.

“Owhhh.. besar amat”, katanya. Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku, “Uucch.. uchhh.. shh..” dengan bernafsu aku berubah posisi 69, kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut.

Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya, “Aacch.. uch.. ssh.. terus Ian”, Sonia mengerang. “Aku juga enak Sonia”, kataku. Dengan lembut di lumat habis kepala kejantananku, di jilati dengan lembut,

“Assh.. oh.. acchhh.. Soniann… terusss… sayang”, dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya, “Aaccchk.. uh.. ssh..”

sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya. Sudah terasa kepala kejantananku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku,

“Aacckhhh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan”, katanya. “Haa..” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin.

Blesst…., “Aacch..ohhh” teriak Sonia, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kejantananku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit..

“Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian”, katanya. “Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh..” kataku.

Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kejantananku dan terasa kepala batang kejantananku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crottt.. crottt.. crettttt..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya.

“Aacckh..” aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. Dengan lembut dia cium bibirku,
“Kamu menyesal Ian?” tanyanya.
“Ah nggak, kitakan sama-sama mau.”

Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Sonia hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai.

Kunjungi Cerita Dewasa Lainya di www.khususcerita.com

Sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Sonia menjadi pacar gelapku.

Cerita Seks,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Sex Bergambar,Cerita Sex Sedarah
Baca Cerita Sex Lainya di Cerita Dewasa

About admin blogseks.com

Leave a Reply